News

Shinta Kamdani, Saleh Husin, dan Rosan Terima Penghargaan dari Raja Belgia

Bisnis Indonesia, 07 September 2017

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Kadin bidang Hubungan Internasional, yang juga CEO Sintesa Group, Shinta W. Kamdani, menerima penghargaan dari pemerintah Belgia dalam bentuk Commander of the Order of Leopold. 

Penghargaan ini diberikan kepada Shinta atas upayanya meningkatkan akses perdagangan dan ekonomi antara Belgia dan Indonesia.

Selain Shinta, Pemerintah Belgia juga memberikan penghargaan kepada mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin dan Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani.

Adapun, penghargaan diberikan langsung oleh Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Patrick Hermann.

Shinta mengaku bangga mendapat penghargaan sekaligus kehormatan dari pemerintah Belgia. Dia berharap, kerja sama ekonomi antara kedua negara bisa lebih ditingkatkan.

“Menjadi suatu kehormatan bagi saya menerima penghargaan tertinggi dari pemerintah Belgia ini. Penghargaan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah Belgia akan senantiasa mendukung dan menaruh harapan tinggi atas keberlanjutan kerjasama ekonomi kedua negara. Terlebih, Belgia juga sudah memilih Indonesia sebagai tujuan utama misi ekonomi mereka di wilayah Asean tahun 2016 lalu,” kata Shinta, seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (13/9/2017).

Sebelumnya, pemerintah Swedia memberikan penghargaan kepada Shinta Kamdani berupa Commander of The Polar Star oleh  Tuan Baginda Raja Carl XVI Gustaf pada  Mei 2017 dan President of the Order of the Star (Presidente Dell'ordine Della Stella D'italia) dari Presiden Italia Giorgio Napolitano pada Juni 2013.

Hubungan bilateral Indonesia dan Belgia sudah dimulai sejak tahun 1947, saat Belgia menjadi anggota Komisi Tiga Negara (KTN) bersama dengan Australia dan Amerika Serikat untuk mengatasi perselisihan antara Indonesia dan Belanda. Di tahun 1949, Belgia menjadi salah satu dari negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Dalam enam tahun terakhir, neraca perdagangan kedua negara selalu mengindikasikan surplus untuk Indonesia. Total nilai perdagangan bilateral di tahun 2016 tercatat US$1,61 miliar dengan surplus sebesar US$634 miliar bagi Indonesia.

Komoditas ekspor Indonesia ke Belgia, terdiri dari alas kaki (28,1%), pakaian (15,2%), furniture (4,5%), perekam suara (3,2%), benang sintesis (2,9%), ban (2,7%), kopi (2,7%), kayu tripleks (2,2%), daun tembakau (1,7%), kertas (1,5%), lampu (1,3%), jeroan (1,1%), dan cat sintesis (1,0%).

Sementara Indonesia mengimpor beberapa produk dari Belgia (2014), yang terdiri dari produk kimia (11,1%), susu terkonsentrasi (9,1%), kompresor angin (4,8%), kertas daur ulang (3,1%), darah/vaksin raw materials  (2,9%), produk kimia nitrogen heterosiklik (2,8%), pupuk kimia (2,8%), mentega (2,8%), truk (2,6%), obat-obatan (2,3%), coklat (2,3%), tepung gandum (1,4%).

Pada 2016 lalu, realisasi investasi asal Belgia ke Indonesia hanya sebesar US$7,44 juta atau turun 45,29% dibandingkan realisasi investasi tahun 2015 sebesar US$13,6 juta. Sedangkan selama periode 2010 hingga 2015, akumulasi realisasi investasi Belgia ke Indonesia sebesar US$132,9 juta.