News

Proyek Pariwisata Sulut Terintegrasi

Kompas, 05 July 2019

Sumber Foto : Akun Instagram Presiden Jokowi

MANADO, KOMPAS – Pembangunan sektor pariwisata dilakukan secara terintegrasi baik oleh pemerintah pusat dan daerah di Sulawesi Utara. Dengan demikian, pelaku usaha diharap tak segan berinvestasi dan menumbuhkan pariwisata di kawasan ini.

 

Presiden Joko Widodo mengatakan, sinergi pemerintah pusat dan daerah akan membuka jalan bagi sektor swasta untuk menanam modal. Sinergi ini tampak dalam perluasan Bandara Sam Ratulangi serta perencanaan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.

 

“Turis yang mau datang (ke Sulut) sangat banyak, dan akan lebih banyak lagi kalau kita siap. Perlu kerja terintegrasi antara pemerintah daerah dengan pusat,” kata Jokowi dalam kunjungan ke Manado dan Minahasa Utara, Kamis (4/7/2019).
Direktur Operasi PT Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose mengatakan, perluasan Bandara Sam Ratulangi sedang di tahap pelelangan. Rencananya, perluasan terminal dan lahan parkir berikut perpanjangan runway (landas pacu) akan rampung pada 2020.

 

Dengan perluasan bandara ini, kapasitas penumpang akan meningkat dari 2,5 juta pertahun menjadi enam juta penumpang per tahun. Landas pacunya pun diperpanjang dari 2.650 meter menjadi 2.800 meter.
Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, perpanjangan landas pacu ini akan memungkinkan pesawat yang berbadan besar dengan kapasitas 400 penumpang mendarat di Bandara Sam Ratulangi. Sebelumnya, pesawat yang bisa mendarat di bandara ini maksimal berkapasitas 350 penumpang.

 

Perluasan bandara ini, kata Presiden, dimulai dari permintaan agen perjalanan dan maskapai yang ingin menambah penerbangan. Saat ini, baru tiga maskapai dengan tujuh rute yang melayani penerbangan internasional yakni Silk Air, Lion Air, dan Sriwijaya Air.

 

Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sulut, terutama ke Manado dan Bitung pada 2016 mencapai kisaran 40.000, lalu meningkat ke 80.000 pada. Tahun lalu, jumlah wisatawan meningkat menjadi 120.000.

 

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, sebanyak 9.755 wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulut pada Mei 2019, meningkat dari 9.405 pada Mei 2018. Turis China mendominasi dengan total 8.626 orang.

 

KEK Tanjung Pulisan


Paralel dengan pembangunan bandara, kata Presiden, diselesaikan juga produk-produk wisata seperti KEK. KEK Tanjung Pulisan di Likupang, Minahasa Utara diharap menjadi salah satu produk wisata unggulan Sulut. Presiden menambahkan, KEK Tanjung Pulisan sudah siap dengan tanah swasta dan bekas tanah BUMN.

 

Namun, pembangunannya belum bisa terlaksana karena peraturan presiden (perpres) sebagai payung hukum belum dirumuskan. Ia menyatakan komitmennya untuk mengembut penyelesaian perpres.
Nantinya, KEK tidak akan dikelola pemerintah. “Bisa ditangani swasta seperti KEK Mandalika oleh ITDC (Indonesian Tourism Development Corporation). Payung hukumnya harus segera diseleskan biar investor berani datang,” kata Jokowi.

 

Di samping itu, pemerintah pusat juga akan membantu penyelesaian infrastruktur pariwisata, seperti pelebaran jalan, penyelesaian tol Manado-Bitung yang ditarget Oktober, dan penyelesaian masalah tata ruang. “Nanti akan kami bahas dalam rapat terbatas dengan gubernur, wali kota, dan bupati,” kata Jokowi.
Sementara itu, Staf Ahli Pariwisata Pemprov Sulut Dino Gobel mengatakan, KEK Tanjung Pulisan telah menarik minat dunia usaha. Sintesa Peninsula Group masuk sebagai pengembang melalui PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD). PT MPRD akan memfasilitasi masuknya investor lain.

 

“Komitmen kuat Gubernur Sulut (Olly Dondokambey) sangat nampak sehingga pengusaha percaya. Pariwisata dari KEK Tanjung Pulisan diharapkan dapat membantu masyarakat Sulut mengurangi kemiskinan,” kata Dino.
Perwakilan PT MPRD Paquita Wijaya mengatakan, pihaknya telah menyediakan tanah seluas 197 hektar di area KEK Tanjung Pulisan. Nilai investasi perusahaan diperkirakan mencapai Rp 7 triliun.

 

Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Sulut Johnny Lieke berharap, pemerintah segera menyelesaikan proyek infrastruktur pendukung KEK Tanjung Pulisan. “Selama ini, belum banyak pelaku usaha perhotelan dan restoran yang mau masuk ke Likupang,” katanya.

 

Adapun Bupati Minahasa Utara Vonny Anneke Panambunan mengatakan, potensi pariwisata Minahasa Utara sangat besar. Namun, ia belum dapat menyebutkan satu pun event untuk menarik wisatawan. “Nanti akan kami bicarakan” katanya.